Pages

5/26/2013

Sinopsis film ~ We Bought A Zoo


We Bought A Zoo

 Nih gw kasih sinopsis nya Film "We Bought A Zoo" , emang Film ini udah lama di Rilis tepatnya tahun 2011 dan gw baru tau Film ini pas gw lagi Buka Channel "Fox Movies" dari pada bosen di rumah mending gw nonton film ini dan ternyata menurut gw Film ini Patut di acungi jempol dan mempunyai Sifat Positif terhadap Lingkungan Alam. jadi gw nge-Post artikel ini buat nginget film-film yang pernah gw tonton walaupun udah Basi Film nya wkkwkw...

yukkk simak aja nih sinopsis nya ,.........

Benjamin Mee adalah seorang petualang yang sangat cinta akan pekerjaannya sebagai seorang wartawan. Tugasnya dalam mengulas sebuah berita tetap dilakukannya meski terkadang ia harus berhadapan langsung dengan maut. Tetapi profesinya tersebut harus berhenti setelah sang istri, Katherine meninggal karena sakit, dan mengharuskannya mengurus kebutuhan kedua anaknya, Dylan dan Rosie. Dylan yang dalam masa menuju usia dewasa, terpukul karena kepergian sang ibu, sementara adiknya, Rosie yang berusia 7 tahun lebih tabah dalam menghadapi kenyataan yang terjadi.
Benjamin terlihat tidak siap dengan status ayah sekaligus ibu bagi kedua anaknya. Meski ia terus diberikan perhatian oleh sang kakak, Duncan, nyatanya Ben tetap sulit untuk melupakan istrinya sampai-sampai ia menolak ajakan sang kakak untuk mengobrol di sebuah restoran yang ternyata adala tempat pertama Ben bertemu dengan katherine. Suatu ketika, ia memutuskan untuk pindah rumah karena tetangga sebelah mereka mengadakan pesta yang mengganggu tidur Rosie, dalam benak Ben ia ingin membahagiakan Rosie.

Maka pencarian tempat tinggal baru mereka segera dimulai bersama Stevens yang juga baru menjalani profesinya sebagai agen properti. Dari sekian banyak rumah yang dilihat ternyata tidak ada yang klop dengan pilihan Rosie, sampai akhirnya Rosie memberikan secarik kertas berisi gambar sebuah tempat yang ia inginkan yang ternyata adalah sebuah tempat tinggal lengkap dengan halaman luas penuh dengan aneka macam binatang yang bisa kita tebak bahwa itu adalah sebuah kebun binatang.

Yeaayy.. We Bought a Zoooo...
Sesuai dengan tujuan utama Ben yang ingin melihat Rosie bahagia atau tepatnya tertawa riang, ia pun berani ambil resiko menempati rumah barunya serta menjadi pemilik kebun binatang tersebut. Bertemu dengan para staff nya seperti Kelly, Robin beserta capuchin-nya, Peter MacCready, hingga Lily. Bersama-sama mereka menghidupkan kembali tempat tersebut menjadi kebun binatang tersohor di wilayah yang jauh dari kota itu.

The Rosemoor Zoo Park Staff
We're Mee's. The Psyched Family
Namun tidak semudah yang ia pikirkan sebelumnya, ternyata hidup barunya tersebut menguras pundi-pundi uangnya. Membeli makanan, merawat hewan yang sakit hingga renovasi disana-sini membuat ia kelimpungan. Kemudian belum lagi permintaan dari seorang penilai kelayakan sebuah kebun binatang, Walter Ferris yang macam-macam. Hingga akhirnya ia tidak memiliki uang sama sekali alias Nol. Katherine yang telah meninggal ternyata masih memberikan perhatian yang besar kepada suami dan kedua buah hatinya. Sebuah hadiah yang tak disangka-sangka sudah disiapkan mendiang istri untuk suaminya tersebut. Hadiah apakah itu? Bagaimana kelanjutan hidup keluarga Mee beserta kebun binatangnya?
Animals or Humans? Ani-Mans
AniMans-O-Meter: 8.5/10
Why?

Kisah yang mengambil pengalaman nyata dari seorang Benjamin Mee ini jika anda lihat dari nama dari kebun binatang dalam film ini bukanlah yang sebenarnya. Dalam film diberi nama Rosemoor Zoo Park, namun nama sebenarnya adalah Dartmoor Zoo yang berada di Kota Plymouth, Inggris.

Dartmoor Zoo in Plymouth, Britain
Cameron Crowe kembali menyutradarai sebuah film sejak terakhir memegang kendali film Elizabethtown pada warsa 2005 lalu. Sepertinya ia tertarik mengubah cerita nyata Benjamin Mee menjadi sebuah tontonan keluarga yang menghibur. Bersama Alice Brosh McKenna, Crowe menulis naskahnya. Crowe mencoba mempusatkan pada sosok Benjamin yang inspiratif. Seperti sudah menjadi kebiasaannya dalam setiap filmnya, Crowe selalu memunculkan peran seorang orang tua tunggal/single parent. Meski film-filmnya agak sulit diterima pasar, namun sosok sutradara yang lahir 13 Juli 1957 ini selalu menjadi pujian para kritikus. Seperti yang ia katakan pada sebuah wawancara, "Well, people who love it, love it. And people who don't love it, they don't love it a lot. And that's fine. It always goes back to, "Why did you make that movie?" It was a pure thing for me."

Crowe and the Mee's Family
Untuk deretan cast nya, Crowe memilih Matt Damon, si agen pembunuh dari trilogi Bourne sebagai pemeran Benjamin yang sebelumnya direncanakan diberikan kepada Ben Stiller. Matt memerankan seorang ayah tunggal yang berusaha untuk membahagiakan kedua anaknya, meski ia sering memaksakan kehendaknya. Matt juga mampu menunjukan sosok yang tangguh meski didalam hati dan pikirannya sulit melupakan istrinya. Bukan masalah baginya yang sering mendapat peran sebagai aktor laga memerankan pria yang lebih humanis. Anda akan menjumpai sosok Ben yang hampir setengah cerita menjadi porsinya, namun begitu saya tidak merasa bosan sama sekali, karena hal itu justru membawa saya memahami kegalauan Benjamin dan cerita film ini secara keseluruhannya. Dan berangkat dari hal tersebut, saya pikir pemilihan peran utama kepada Matt sangatlah tepat.
The real Benjamin Mee and Matt
Beralih kepada pemeran wanitanya, setelah melalui serangkaian audisi yang diikuti Amy Adams, Mary Elizabeth Winstead dan Rachel McAdams, peran Kelly Foster sebagai kepala staff kebun binatang menjadi milik si cantik Scarlett Johansson. Wanita yang dikisahkan berusia 28 tahun (dan kenyataannya seperti itu) mampu memerankan seseorang yang mandiri dan optimis, meski awalnya agak ragu dengan kedatangan Ben dapat membawa perubahan bagi kebun binatang yang ia kelola selama beberapa tahun. Sosok Kelly dimunculkan -layaknya film-film drama holywood lainnya- sebagai penyeimbang cerita dengan plot orang tua tunggal dan seperti bisa kita tebak sebelumnya, hal-hal romantis akan berkembang. Meski porsi yang diberikan kepada wanita keturunan negara Denmark ini tidak terlalu banyak, tapi setidaknya ia tetap berakting baik.

How Cute she is
How cute They are?!
Sementara peran anak laki-laki Benjamin, diberikan kepada Colin Ford. Untuk satu orang ini memang namanya belum terlalu familiar di telinga penonton Indonesia. Tapi jika dilihat dari karir aktingnya, Colin yang baru menginjak usia 16 tahun ini sudah banyak tampil di beberapa episode serial televisi seperti, Hawaii Five-O, CSI: Miami, Family Guy hingga Supernatural. Jadi jika dilihat dari deretan film tersebut, tidak ada keraguan bagi anda untuk menikmati peran sebagai Dylan yang digambarkan seorang anak yang kehilangan arah dan kasih sayang dari ayahnya.

The Promising Actress
Poin tinggi justru saya berikan pada pemeran Rosie Mee. Maggie Elizabeth Jones seperti menyihir saya saat penampilannya yang polos (namanya juga anak kecil), menggemaskan namun juga cerdas. Memang ia kurang dikenal sekarang, tapi saya memiliki keyakinan ia akan menjadi salah satu aktris terkenal dalam 10 tahun kedepan. Sosoknya yang ceria mampu membangkitkan perasaan bahagia setiap penontonnya. Apalagi saat ia tertawa, Make her more cute.


Satu peran lagi yang (kembali) menjadi "pemanis" dalam film produksi 20th Century Fox ini, yaitu tiada lain adalah Elle Fanning, memerankan Lily Miska, seorang anak berusia 13 tahun yang juga salah satu staf kebun binatang. Tidak ada yang luar biasa dari penampilannya, tapi paras cantiknya akan membuat anda para pria (normal) menyukainya. Adik kandung dari Dakota Fanning ini memang baru menginjak usia 14 tahun tapi siapa sangka ia diprediksi akan mengungguli sang kakak dalam beberapa tahun mendatang. Salah satu adegan yang saya sukai dalam film ini adalah saat Dylan dalam kondisi hujan lebat menghampiri Lily melalui jendela kamar. Well, I must admit, I was a bit mellow... hahaha.

One of my fav scene

Sebuah film yang menarik dan anda tidak akan menyesal menghabiskan 2 jam dengan kisah yang inspiratif, menghibur dan bakal membuat anda merasakan sebuah ending yang mengharukan sekaligus membahagiakan. Well done, lads!


Sutradara: Cameron Crowe
Penulis: Aline Brosh McKenna, Cameron Crowe
Cast: Matt Damon, Scarlett Johansson, Thomas Haden Church, Colin Ford, Maggie Elizabeth Jones, Angus Macfadyen, Elle Fanning, Patrick Fugit, John Michael Higgins
Produksi: 20th Century Fox Film Corporation
Rilis: 23 Desember 2011
Durasi: 124 Menit






2 comments:

  1. what the fack , i like your blog!
    gegara pilem ini awak nak pegi k plymount city wkwkw :v

    ReplyDelete
  2. Matt Damon gak pernah gagal dalam perannya di semua genre, termasuk drama we bought a zoo . Tapi perannya di planet merah the martian menurutku salah satu paling ngetop selain jadi Jason Bourne. Titip blog ku ya gan. Thanks

    ReplyDelete